
Untuk itu, dengan telah diraihnya penghargaan ini, ia berharap ada apresiasi dari Pemerintah Daerah, khususnya Gubernur Bengkulu Helmi Hasan.
“Harapannya, pemerintah lebih memberikan perhatian dan dukungan terhadap prestasi anak-anak muda Bengkulu. Inovasi seperti ini seharusnya bisa dikembangkan dan diterapkan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjuta ia mengatakan, meski baru berusia 17 tahun dan masih duduk di semester 1. Ia yang tercatat sebagai mahasiswi Jurusan Kesehatan Lingkungan, dan Dini Amalia merupakan mahasiswa Jurusan Analis Kesehatan. Dan ia berdua mewakili Poltekkes Kemenkes Bengkulu, mampu bersaing di level internasional dalam kompetisi tersebut.
“Prestasi yang kami raih ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda Bengkulu lainnya untuk terus berinovasi, berkarya, dan membawa nama daerah ke pentas dunia,” kata Decha.
Sementara itu, diketahui Decha Syafitri merupakan warga asal dari Desa Napalan, Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma. Prestasinya turut menambah catatan positif generasi muda Seluma di ajang internasional.
Dan pada tahun 2024 lalu, Decha juga tercatat pernah mengikuti kompetisi s
Sains. Bahkan, sudah tiga kali tampil di kompetisi tingkat Asia dan internasional, dan seluruhnya berhasil membawa pulang medali.(SS)











