“Kasus kematian bayi dan ibu memang masi tinggi. Penyebabnya juga karena faktor ibu hamil kekurangan gizi kronis, pernikahan dini dan lainnya lagi yang mengakibatkan bayi lahir belum cukup usia pada kandungan dan stunting,”ungkapnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan, sedangkan untuk kematian pada ibu hamil di tahun 2025 lalu tidak mengalami penambahan dan penurunan, dan terdata ada 1 kasus yang terjadi wilayah Puskesmas Dusun Tengah Kecamatan Lubuk Sandi.
“Kalau untuk kematian ibu hamil cuman ada 1 kasus di tahun 2025. Tidak mengalami penambahan dan penurunan, dan diakibatkan daei preeklamsia atau komplikasi kehamilan serius yang ditandai dengan tekanan darah tinggi pada ibu hamil,” sampainya.
Untuk itu, agar di tahun 2026 ini kasus tersebut tidak lagi ditemukan di Kabupaten Seluma ini. Ia menekankan kader posyandu dan kesehatan di Kabupaten Seluma untuk dapat lebih ekstra jemput bola ke desa-desa terhadap masyarakat. Khususnya pada ibu hamil agar dapat secara rutin melakukan pemeriksaan kehamilan.
“Kita himbau untuk ibu hamil khususnya, dapat kiranya lebih aktif melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas terdekat. Khususnya pada masyarakat yang akses jalan nya sulit untuk dijangkau,” tutupnya. SS (ADV)











