“Bisa kemungkinan bertambah dan tembus 200 kasus tahun ini. Karena desember ini kemungkinan bakal bertambah lagi,” tambahnya.
Oleh karena itu, mengingat peningkatan kasus pernikahan dini ini diakibat dari berbagai faktor, seperti kurangnya pengawasan orang tua, penggunaan gadget yang melewati batas, serta juga diakibat dari adanya dukungan orang tua nya yang merasa tanggungjawab anak nya bila menikah cepat dapat terhindarkan dari hal hal yang negative dan lain hal.
Maka dari itu, untuk menekan penurunan angka pernikahan dini ini, pihaknya akan lebih aktif lagi melakukan sosialisasi ke Sekolah, Desa, k
Kelurahan, hingga ke Kecamatan.
“Banyak faktor penyebab peningkatan kasus ini. Seperti faktor gadget, dan ada juga dukungan dari orang tua itu sendiri,” pungkasnya. (SS)











